Npm : 1601270042
Dosen : Khairunnisa, SEI, MM
Prodi : Perbankan Syariah
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
BAB I
Kebijakan Dan Penentuan Tujuan Perusahaan Syari'ah
Ekonomi Islam merupakan ilmu yang dihasilkan oleh pemikir Muslim dari sebuah upaya untuk keluar dari persoalan ekonomi yang ada dengan cara yang sistematis, sehingga menumbuhkan keyakinan akan kebenaran Al-qur'an dan Al-hadits. Tentunya manusia memerlukan kaidah-kaidah yang berlaku secara umum dan mendapat pengakuan secara umum untuk membuktikan ekonomi Islam juga sebagai ilmu pengetahuan. Maka ekonomi Islam bisa dipraktikan dalam tata kehidupan yang dikehendaki menurut aturan ekonomi Islam, dan pelaksanaannya pun dapat dipaksakan karena alasan kemaslahatan manusia.
Kalau dicoba lebih jauh, membedakan antara ekonomi islam dengan ekonomi konvensional secara tekstual akan mendorong untuk berfikir normatif-dikotomis. Perbedaan ekonomi Islam dan ekonomi konvensional tidak pada sisi teknis penggunaan metodologinya tapi lebih menekankan pada perbedaan dasar dari cara berfikir tentang masalah manusia. Oleh karena itu Sadr menyatakan bahwa perbedaan ekonomi Islam dengan ekonomi konvensional terletak pada filosofinya bukan pada sainsnya. Namun menurut Syed Othman Al-Habshi, ia mengungkapkan bahwa pada hakikatnya ilmu ekonomi adalah studi yang mempelajari tingkah laku pelaku ekonomi dalam kegiatan konsumsi dan produksi, dan yang terpenting adalah sikap menghargai dalam kegiatan ini. Al-Habshi tertarik meneliti berkenaan dengan permasalahan ini, karena : Pertama, ekonomi ini ditimbulkan untuk bisa menghindari penyimpangan-penyimpangan yang berkaitan dengan ilmu ekonomi itu sendiri, yang seharusnya tidak terjadi. Kedua, corak dari tingkah laku pelaku ekonomi yang berkompetensi dan menentukan arah perekonomian.
- Perusahaan Dalam Islam
1. Komposisi faktor produksi yang bagaimana bagi seorang muslim untuk menciptakan tingkat produksi yang tinggi.
2. Komposisi faktor produksi yang bagaimana bagi seorang muslim untuk meminimumkan biaya produksi yang dikeluarkan untuk mencapai suatu tingkat produksi tertentu.
Berbagai usaha dipandang dari sudut ekonomi mempunyai tujuan yang sama, yaitu mencari keuntungan optimum dengan jalan mengatur penggunaan faktor-faktor produksi seefisien mungkin, sehingga usaha mengoptimalkan keuntungan dapat dicapai dengan cara yang paling efisien.
- Profit Optimal
Para ahli memberikan teori bahwa persaingan perusahaan sempurna harus menggunakan teknik efisien dalam proses produksi, pada tingkat output dalam produksi akan menjadi titik dimana biaya marginal sama dengan biaya pendapatan ( Marginal Revenue = MR). Guna mencapai output yang maksimal maka perusahaan-perusahaan mengimbangi hasil marginal dengan biaya marginal. Kemudian profit adalah perbedaan antara total revenue dan total cost, profit maksimal ditunjukkan dengan MC = MR. Jadi apabila profit ingin dioptimalkan lebih banyak barang yang dihasilkan, misalnya MR lebih besar dari MC.
Di dalam pasar monopoli, harga tidak dimunculkan, perusahaan lebih cenderung mendikte harga, perusahaan bisa merubah produknya, perusahaan juga bisa menentukan banyaknya pengeluaran yang diinginkan dalam memproduksi barang. Dalam pasar monopoli ini dimana pengeluaran produksi akan menjadi titik kenaikan suku bunga di dalam MR kurang dari MC. Perbedaannya disini adalah perusahaan cenderung menetapkan harga sebelumnya.
- Profit Normal dan Profit Tidak Normal
Macam-macam tujuan kegiatan produksi :
1. Pemenuhan kebutuhan sendiri secara wajar
2. Pemenuhan kebutuhan masyarakat
3. Persediaan terhadap kemungkinan di masa mendatang
4. Persediaan bagi generasi yang akan datang
5. Pemenuhan sarana bagi kegiatan sosial dan ibadah kepada Allah.
- Tata Kelola Perusahaan Dalam Islam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar